Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesejahteraan

Buruh Akan Tetapkan Hari Mogok Nasional, Tolak PP 78 Th 2015

Gambar
Ribuan buruh berkumpul di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat sebagaimana diberitakan "smeaker.com" untuk melakukan aksi demo buruh dalam penolakan PP Nomor 78 Tahun 2015 perihal pengupahan yang dinilai para buruh merugikan kaum buruh. Dalam acara tersebut para buruh akan menuju ke Istana Merdeka untuk menuntut penolakan pengupahan  buruh yang menggunakan formula baru. Namun aksi demo buruh yang sebelumnya direncanakan di depan Istana Merdeka tersebut ternyata batal karena para buruh akan menetapkan Hari Mogok Nasional. Belum ditetapkan pastinya kapan Hari Mogok Nasional tersebut akan digelar, namun dari rencananya para  buruh akan melakukna mogok selama 3 hari, yakni tanggal 24 – 27 November. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang mengatakan rencana tersebut masih akan dibahas lagi, karena menunggu petisi terkumpul sampai 1 juta. “Rencananya hari ini, tapi petisi kita belum 1 juta jumlahnya. Sepanjang jalan...

Bagi Uang Lebaran atau THR ke Anak? Sebaiknya Jangan Asal Diberi

Gambar
Jakarta   - Tradisi memberi uang lebaran atau angpau sudah rutin dilakukan. Dan bahkan setiap anak kerap meminta dengan menyebut uang THR. Disarankan kepada orangtua juga om dan tante, tidak asal memberi kepada anak-anak. Sertakan juga pelajaran dan semangat berbagi. "Momentum lebaran juga saatnya mengajarkan untuk berempati serta kerelaan untuk berbagi. Jika ada uang yang dibagi, perlu dijelaskan cara pemanfaatannya secara baik, serta berbagi denga teman-temannya," terang Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam, Sabtu (18/7/2015). Jadi, bukan soal uang yang utama. Anak-anak harus tahu bahwa semangat lebaran adalah semangat berbagi dan menjalin silaturahmi serta kekerabatan. "Lebaran harus jadi momentum yang baik untuk merekatkan hubungan harmoni dengan seluruh anggota keluarga, serta keluarga besarnya. Ini bisa menjadi jawaban dan solusi atas berbagai permasalahan anak kontemporer, seperti kekerasan anak, penelantaran, kenakalan remaja yang ...

Jaminan Hari Tua (JHT) yang Meresahkan

Gambar
Jakarta - Semua manusia suatu saat pasti akan menua dan kemudian menjadi almarhum/mah. Namun katika waktu menua tiba, di mana tubuh sudah tidak lagi produktif, manusia masih memerlukan biaya hidup. Sulitnya, ketika tubuh sudah renta justru dibutuhkan biaya yang tinggi. Alasan inilah yang mendorong Pemerintah untuk mencoba memberikan perlindungan dasar melalui Jaminan Hari Tua (JHT). Munculnya UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) merupakan upaya Pemerintah saat itu untuk bisa memberikan JHT kepada seluruh warga Negara yang karena suatu hal mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau meninggal di usia kerja atau sudah memasuki masa pension (56 tahun). Secara peraturan perundang undangan, JHT yang pada awalnya dikelola oleh PT Jamsostek (saat ini oleh BPJS Ketenagakerjaan) sudah memadai. Hanya saja peraturan pelaksanaannya belum semua dikeluarkan. Padahal sesuai deng...

Upah Harus Naik Signifikan

Gambar
JAKARTA (Pos Kota)-Upah pekerja atau buruh di Indonesia harus naik secara signifikan menuju upah layak . Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar hal itu merupakan satu faktor kunci untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. “Untuk mengantisipasi hal itu, perusahaan harus melakukan perencanaan ketenagakerjaan yang matang, termasuk di antaranya merencanakan keuangan untuk pembayaran upah pekerja,” ujarnya, Senin.

Buruh Minta Fasilitas Untuk Dongkrak Produktivitas

Gambar
Liputan6.com, Jakarta -  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan setuju untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Hal itu untuk mengimbangi tuntutan kenaikan upah minimum 30% dan penambahan item komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item.

Perusahaan Asing Harus Perhatikan Kesejahteraan

Gambar
JAKARTA  - Perusahaan asing yang bercokol di Tanah Air sejatinya harus mampu berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional, serta wajib memerhatikan kesejahteraan para buruh maupun karyawannya. Sejak bercokol di Indonesia pada 2005 silam, perusahaan rokok raksasa asal negeri Paman Sam, Philip Morris hanya menginvestasikan duitnya di industri rokok nasional sebesar USD400 juta. Atau sekira Rp550 miliar per tahun.

Buruh Perempuan Tak Miliki Tunjangan Kehamilan

Gambar
JENEWA, SWISS  — Organisasi Buruh International atau ILO mengatakan, telah dicapai kemajuan dalam bidang tunjangan kehamilan, tetapi peran sebagai ibu tetap merupakan hambatan bagi banyak perempuan di pekerjaan. Kepala urusan Kesetaraan Gender, Shauna Olney mengatakan, hampir 80 persen dari 830 juta perempuan yang tidak memiliki perlindungan dan tunjangan kehamilan ada di wilayah Afrika Sub Sahara dan Asia.

Rieke: Pengusaha Jangan Hanya Cari Untung!

Gambar
JAKARTA, KOMPAS.com  — Anggota Komisi IX DPR, Rieke Dyah Pitaloka, mengatakan, orientasi investasi seharusnya tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga harus ikut menyejahterakan buruh. Untuk itu, kebijakan industri harus selaras dengan kebijakan tenaga kerja yang memberikan perlindungan terhadap buruh. 

Upah Buruh Mengacu Produktivitas dan Kualitas

Gambar
Foto ;  http://www.republika.co.id/ "Masalah kenaikan upah minimum selalu menimbulkan pro dan kontra," kata Hendri ketika ditemui dalam acara "Core Indonesia Mengenai Kebijakan Pengupahan" di Gedung SME Tower, Jakarta, Selasa (26/11). Hendri mengatakan, sebenarnya upah minimum Indonesia bukan yang paling murah mengingat masih ada negara lain yang mempunyai upah lebih rendah seperti Vietnam, Myanmar dan Laos. Namun tidak bisa dipungkiri upah Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan Tiongkok, Malaysia, Thailand atau Filipina.

Upah Naik, Produktivitas Buruh Masih Rendah

Gambar
Mengutip penelitian USAid dan Bappenas ,  Hariyadi Sukamdani mengatakan tingkat upah minimum buruh di Indonesia terlalu tinggi dan tak sebanding dengan produktivitasnya.  Seorang tenaga kerja di Indonesia hanya mampu menghasilkan rata-rata 0,8 pasang sepatu per hari. Sementara upahnya pada 2013 mencapai rata-rata US$ 242 per bulan atau naik dari US$ 176 per bulan pada 2012.